Sabtu, 03 Mei 2014

MY PROFIL


Program Duainvesta (Bukan Investasi Biasa) hasil rancangan Hari Wuryanto, S.Pd. Program lanjutan website www.madrasahonline.com yang telah mengudara sejak tahun 2008.

System dikembangkan dari blog www.artamita.blogspot.com.
Blog yang dirilis dengan artikel perdana bln Januari 2011.
Alhamdulillah sejak Januari 2019 upgrade dengan domain www.artamita.com 

Hari Wuryanto




Profil Hari Wuryanto, S.Pd

  • Tempat & Tgl.Lahir : Magelang, 28 Februari 1967
  • Domisili : Dsn.Pringwulung RT.04/04 Ds.Kradenan Kec.Srumbung Kab.Magelang Jawa Tengah 56483 
Riwayat Pendidikan
  • SD Negeri Kradenan 2 Kec.Srumbung . Kab.Magelang, Lulus 1979
  • SMP Bapendik Kec.Srumbung, Kab.Magelang, Lulus 1982
  • STM YPT Muntilan Kec.Salam, Kab.Magelang, Lulus 1985 
  • S1, Program Studi Pend.Teknik Mesin, Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Univ.Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Lulus 1993. 

Pendidikan Non Formal :  

  • Pendidikan calon mubaligh di Pon Pes Walibarokah Burengan, Kediri, Jawa Timur , lulus (berijazah) bln Agustus 1994.

  • Kursus Bahasa Inggris di Regency English School (RES) Bandung, Jawa Barat th.1995.
  • Pelatihan internet marketing di Yogyakarta th.2007
  • Pelatihan internet untuk Dakwah, Depkominfo, Semarang, Jawa Tengah th.2010.
  • Kursus Auto Cad & Teknisi Computer di Gama Informatika, Yogyakarta th.2011.
  • Kuliah Intensif Bahasa Arab (KIBAR), Masjid UGM Yogyakarta, Mei 2014.
  • Workshop Menjadi Penulis Sukses & Kreatif-Pena Writing School, Yogyakarta, Juni 2014.
  • Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan,Disperindag Ja-Teng, April 2015.
Riwayat Pekerjaan :
  • Th.1985-1986 sbg tenaga lapangan instalatir listrik  CV.Adhitama Yogyakarta.
  • Th.1991-1992 sbg kolektor pendanaan rekening listrik PT.Mekatama Raya Yogyakarta.
  • Th.1995-2000 sbg Staf Bag.Pengadaan PT.PLN (Persero) Unit Bengkel Distribusi Jl.Banten Bandung Jawa Barat.
  • Th.2001-2004 sbg Fitter & Welder di Mechanical Handling Engineering (MHE) Demag, Selangor, Malaysia.
  • Th.2010 Bln Oktober hingga Bln Juni 2021 sbg.Kepala Urusan (Ka.Ur) Umum Pemerintah Desa Kradenan, Kec.Srumbung, Kab.Magelang.
  • Th.2019 sbg Guru di SMK YPT Muntilan, Kec.Salam, Kab.Magelang. 
  • Th.2021 Bln Juni hingga sekarang sbg.Kepala Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Kradenan, Kec.Srumbung, Kab.Magelang.

Pengalaman Berorganisasi :

  • Ketua II Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Bangkel Univ.Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, masa bakti Th.1987-1989.
  • Bidang Pendidikan Kepengusuran Ikatan Alumni Sarjanawiyata Univ.Tamansiswa Yogyakarta , masa bakti 2018-2023
  • Bidang Ekonomi Kreatif & Pariwisata, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kepengurusan Magelang Raya th.2019-2024  

  • Dewan Pengawas Badan Koordinasi TPQ Kec Srumbung Mas Bakti 2022-2026

Pengalaman Bidang Sosial Keagamaan :

  • Sejak awal thn.1991 aktif dalam pembinaan umat bersama ta'mir masjid, perintisan kajian Alquran dan Alhadits secara intensif dengan arti kata demi kata (ARTAMITA). 
  • Pimpinan Taman Pendidikan Alqur'an (TPQ) Qurrota A'yun Pringwulung, Kradenan, Srumbung, Magelang sejak th.2012
Karya Tulis :
  •   3 Jam Mahir Makna Quran Hadits Ala Ponpes dgn Metode Ekutubu.
    Memahami kebutuhan masyarakat umum non pesantren yang ingin mengerti system ta’lim (pembelajaran)ilmu agama Islam dari hal yang paling mendasar. Dengan uraian metode Ekutubu (M3T) secara sederhana dan mudah dipraktekkan segala usia, latar belakang profesi dan pendidikan.
    Penerbit Deepublish Yogyakarta, Penulis Hari Wuryanto, S Pd. Cetakan pertama September 2017. ISBN 978-602-453-289-5, tebal 83 hal.
 


  •  Akita Ta’sisu Himmati (KTH).
    Kumpulan Lembaran Praktek Makna (LPM). Berisi dalil2 dari al-Qur’an dan Hadits dengan 39 judul, tema motivasi, manfaat dan tujuan belajar mengkaji secara intensif. Sebagai bahan untuk mempraktekkan Metode Ekutubu. Para peminat langsung dapat menggunakannya di tempat masing2 dipandu dengan audio. Penerbit Deepublish Yogyakarta, Penulis Hari Wuryanto, S Pd Cetakan pertama Februari 2017. ISBN: 978-602-401-733-0, tebal 28 hal.
     
    Silahkan Download GRATIS
     
Keluarga :
  • Ayah : H.Sihono Pensiunan Kep.Sek. SD Negeri Kradenan 2 Kec.Srumbung
  • Ibu : Hj.Suminah (alm.)
  • Istri : Euis Rosmalina, M.Pd , Temp.Tgl.Lhr: Bandung, 27-08-1973 , Pekerjaan : PNS (Guru) Kepala SD Negeri Kamongan Kec.Srumbung
Kontak :

Rabu, 13 Oktober 2010

Apakah Al-Quran Itu ?

Arti kata Qur’an

Asal kata “Qur’an adalah Qoro’a berarti bacaan. Kata Qur’an berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca).

Adapun definisi Al-Qur’an adalah : Kalam (firman) Alloh yang merupakan mukjizat dan diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW, ditulis dalam mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir , membacanya adalah merupakan ibadah (perintah dalam agama)”

Al-Qur’an turun kepada Rosululloh SAW dengan berbagai macam cara / keadaan :

  1. Malaikat memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW. Dalam cara seperti ini Nabi Muhammad SAW tidak melihat suatu apapun, hanya merasakan bahwa wahyu sudah ada di dalam hatinya.

  1. Malaikat menampakkan dirinya dengan perwujudan seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata, sehingga Nabi Muhammad memahami dan hapal betul dengan apa yang dikatakan oleh malaikat tersebut.

  1. Wahyu datang kepada Rosululloh SAW ditandai dengan suara gemerincing sebagaimana bunyi lonceng. Cara seperti ini membuat Nabi Muhammad SAW merasakan berat sekali. Terkadang keningya berpeluh keringat, meskipun wahyu turun pada saat musim dingin. Apabila wahyu turun saat Nabi naik unta maka terkadang untanya terpaksa berhenti dan duduk karena beratnya saat dinaiki oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit : “ Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rosululloh SAW, aku lihat ketika wahyu turun kepada Nabi Muhammad SAW, maka beluau seakan–akan diserang demam yang berat dan keningnya bercucuran keringat laksana permata. Setelah selesai turunnya wahyu barulah beliau kembali seperti biasa”.

  1. Malaikat menampakkan diri kepada Rosululloh SAW benar-benar seperti rupanya yang asli sebagaimana tertuang dalam Al-Quran surat An-Najm (53) ayat 13 dan 14 “ Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada saat yang lain (kedua) ketika (ia berada) di sidrotul muntaha.

Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan dan 22 hari atau total 23 tahun. Di mana 13 tahun Nabi berada di Makah dan 10 tahun di Madinah.

Dengan turunnya Al-Qur’an secara bertahap tersebut mempunyai beberapa hikmah sebagaiberikut :

  1. Lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan. Manusia akan enggan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan apabila perintah dan larangan itu diturunkan dalam jumlah banyak dan dalam satu waktu sekaligus. Hal ini diungkap oleh Bukhori menurut riwayat ‘Aisyah RA.

  1. Dari sekian banyak ayat dalam keseluruhan Kitab Al-Qur’an terdapat beberapa ayat mansukh (yang diralat pelaksanaannya) dan ada ayat yang berfungsi sebagai nasikh / penggantinya. Suatu perkara (hukum) tertentu yang pada waktu awal terbentuknya Islam ,diperbolehkan (mengingat kondisi masyarakat), maka pada waktu berikutnya perkara tersebut diperingatkan dan sebelum ayat turun secara keseluruhan, akhirnya dilarang. Hal ini tidak akan terwujud apabila Al-Quran diturunkan dalam waktu sekaligus.

  1. Turunnya ayat al-Quran secara bertahap sesuai dengan peristiwa –peristiwa yang terjadi, dapat lebih memberikan kesan dan penghayatan di dalam hati.

  1. Dapat mempermudah dalam penghafalan. Hal ini merupakan jawaban Alloh SWT atas pertanyaan kaum musyrik mengapa Kitab Al-Quran tidak diturunkan secara sekaligus? . Sebagaimana termaktub dalam surat Al-Furqon (25) ayat 32, : “ ….mengapakah Al-Quran tidak diturunkan kepadanya dalam waktu sekaligus?....kemudian terjawab dalam ayat itu pula “……demikianlah dengan cara begitu kami (Alloh) akan menetapkan (Quran) di dalam hatimu”……..

  1. Dari sekian jumlah ayat dari Al-Qur’an ada yang merupakan jawaban dari suatu pertanyaan atau penolakan atas suatu pendapat ataupun perbuatan.

Al-Quran merupakan penghubung antara makhluk dan penciptanya, sebagaimana sabda Rosulullohi SAW yang diriwayatkan oleh Tobroni :” alaisa tasyhaduna an laa ilaha il-la Alloh wa an-ni rosululloh ? qo lu bala . Qola in-na hadhal Qur’ana torofuhu bi yadillahi wa torofuhu bi aidikum fa tamas-saku bi hi fa in-nakum lan tadhil-lu wa lan tahliku ba’da hu abada”.

Artinya : Tidakkah engkau (sohabat) menyaksikan bahwa tiada tuhan selain Alloh dan sesungguhnya akulah utusan Alloh? Mereka (para sohabat) berkata “ya”.

(Nabi meneruskan sabdanya) Sesungguhnya Qur’an ini satu ujung di tangan Alloh dan satu ujung di tangan kamu semua, untuk itu pegang teguhlah maka sesungguhnya kamu tidak akan tersesat dan tidak akan rusak setelah (selama) berpegang teguh itu”

Muskhaf / lembaran kertas atau bahan lain yang ditulisi firman Alloh yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang bentuknya kita sudah tidak asing lagi, ternyata memiliki pengertian yang demikian mendalam. Satu ujung Al-Quran (di sudut / sisi sebelah sana) berada di tangan Alloh dan satu ujung (sebelah sini) berada di tangan kita. Berarti Al-Qur’an ini berada ditengah di antara Alloh SWT dan kita manusia ciptaanNYA.

Beruntunglah manusia yang tergerak untuk membuka hatinya, mau berusaha mengerti dan memahami akan maksud firman / kalam / ucapan Alloh SWT yang terkandung di dalam Kitab Suci Al-Qur’an.

Alloh Maha Baik dan Maha Penyayang, banyak sekali peringatan ataupun nasihat yang apabila diperhatikan dengan seksama justru akan berakibat baik dan itulah wujud kasih sayang Alloh terhadap hambanya, seandanya hamba mau menyadari.

Al-Quran sebagai pedoman, petunjuk arah sepanjang perjalanan hidup manusia, apapun isyarat yang ada di dalamnya baik rambu-rambu amar (perintah) ataupun larangan kalau diikuti niscaya akan membawa kepada keberuntungan dan kebahagiaan hidup yang sejati di akhir nanti.

Maka berpegang teguhlah kepada Kitab Suci Al-Qur’an dengan cara belajar mendalami kandungan makna kata demi kata, ayat demi ayat, dan surat demi surat didasari rasa cinta kepada Alloh SWT, tekun dan sabar mengharap ridhoNYA.

Langkah berikutnya adalah meyakini dan mengamalkan apa yang sudah kita peroleh dari pengkajian sedapat yang kita mampu (Alloh SWT Maha Tahu akan kemampuan hamba), maka Rosululloh SAW menjamin kita tidak akan tersesat dan tidak akan rusak (menyimpang dari kebenaran) selamanya.

Sudah siapkah Saudara membuka hati untuk mulai menerima kandungan Al-Quran agar menjadi orang yang beruntung?

Sudahkah Saudara memiliki Al-Quran pribadi sebagaimana buku harian , sebagai ekspresi rasa cinta kepada Sang Penulisnya , Alloh SWT ?

Bagaimana pendapat Saudara, jangan lupa berikan komentar !